Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memastikan bahwa kilang Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, tetap bakal beroperasi meski salah satu tangkinya baru saja mengalami insiden kebakaran pada Sabtu (13/11) malam. Diketahui, kebakaran di tangki 36T102 berisi Pertalite itu telah berhasil dipadamkan pada 07.45 WIB, Minggu (14/11). Nicke mengatakan kilang Cilacap bakal tetap beroperasi lantaran tangki yang terbakar sudah berhasil dipadamkan dan ratusan tangki lainnya di kilang itu tetap dapat beroperasi.

"Dipastikan dengan terbakarnya satu tangki dari 228 tangki yang ada di Cilacap, kilang tetap beroperasi. Jadi tidak ada shut down," ujar Nicke, dalam konferensi pers Pertamina, Minggu (14/11/2021). Dia mengungkap hal ini semua dapat dipastikan karena dirinya memantau proses pemadaman hingga mengecek kondisi kilang melalui Pertamina Integrated Command Center (PICC). Lebih lanjut, tetap beroperasinya kilang Cilacap meski salah satu tangkinya terbakar disebut Nicke tidak akan mempengaruhi rencana produksi.

"Tadi malam kami cek langsung kondisi stok, baik yang ada di tangki kilang atau di pipa, kemudian tangki yang ada di TBBM serta stok yang ada SPBU, semuanya aman," tandasnya. Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengungkap kebakaran tangki di kilang Pertamina Cilacap, Jawa Tengah, sudah sempat berhasil dipadamkan, Sabtu (13/11/2021) malam. Berdasarkan penuturan Nicke, api sempat padam pada pukul 23.05 WIB, Sabtu (13/11).

Namun, api kembali berkobar setelah selama 80 menit sempat padam. "Semalam sebetulnya jam 23.05 itu api sudah berhasil dipadamkan, sempat padam sekitar 80 menit, tapi kemudian form terbuka dan ada api yang kedua," ujar Nicke, dalam konferensi pers Pertamina, Minggu (14/11/2021). Pihaknya lantas mengupayakan pemadaman api atau fire fighting yang kedua.

Hingga akhirnya api dipastikan padam secara total pada pukul 07.45 WIB, Minggu (14/11/2021). Selain itu, kata Nicke, pihaknya telah menyatakan kawasan itu sudah dalam kondisi aman pada pukul 09.15 WIB. "Saya mengucapkan terima kasih kepada tim yang sudah melakukan the best effort defensif dan offensive pada api pertama dan kedua sampai tadi akhirnya deklarasi jam 09.15 WIB dari Pak GM bahwa kondisi sudah betul betul aman," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution memastikanketersediaan stok BBM dan elpiji masih setelah insiden kebakaran di Cilacap aman. "Dari sisi ketersediaan stok BBM dan elpiji dapat kami sampaikan bahwa stok BBM dan elpiji nasional kita sangat baik," ujar Alfian, dalam konferensi pers yang digelar Pertamina, Minggu (14/11/2021). Dia lantas memaparkan sejumlah rincian stok BBM dan elpiji yang disebutnya dalam kondisi sangat baik.

Berikut rinciannya; 1. Premium, masih memiliki stok hingga 27 hari 2. Pertamax, stok hingga 15 hari

3. Pertalite, stok diatas 10 hari 4. Solar, stok hingga 20 hari 5. Avtur, stok hingga 35 hari

6. Pertamax Turbo, stok hingga 50 hari 7. Elpiji, stok hingga 12,7 hari Alfian pun meminta agar masyarakat tak perlu khawatir terkait pendistribusian BBM dan Elpiji.

Semua, kata dia, akan tetap disalurkan seperti biasa. "Jadi dengan demikian kami sampaikan masyarakat tidak perlu khawatir, pendistribusian BBM dan elpiji berlangsung seperti biasanya. Baik di daerah Jawa Tengah maupun sebagian Jawa Barat yang merupakan cover area dari kilang Cilacap," ujarnya. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, sejak malam terjadinya insiden kebakaran di kilang Cilacap, dirinya terus memonitor proses pemadaman serta memantau stok kebutuhan energi bagi masyarakat.

Baik itu stok yang berada di dalam kilang, terminal bahan bakar minyak (TBBM), hingga stok yang berada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU). "Pada tadi malam, kami cek langsung juga kondisi stok, baik itu stok yang di tangki tangki di kilang juga tangki di TBBM. Seluruh TBBM serta stok stok yang ada di SPBU semuanya aman," ungkap Nicke dalam konferensi pers, Minggu (14/11/2021). Dengan kondisi stok yang baik serta distribusi BBM yang lancar, Nicke berharap agar masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying).

Bos Pertamina itu juga mengungkapkan, stok energi sampai dengan hari ini masih berada di atas standar batas minimum. Berdasarkan data perusahaan migas pelat merah ini, stok BBM Premium secara nasional tercatat berada di posisi ketahanan selama 27 hari. Untuk Pertamax 15 hari, Pertalite di atas 10 hari, Solar 20 hari, Avtur 35 hari, serta Pertamax Turbo 50 hari, dan elpiji 12,7 hari.

"Malah beberapa produk berada di atas batas standard minimum. Jadi ini sudah melebihi standard," pungkas Nicke dengan yakin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.