– Kepolisian menangkap pria yang diduga terlibat dalam kasus penyekapan lima bocah asal Desa Tanjong Ara, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Selasa (20/4/2021) malam. Diberitakan sebelumnya, lima bocah asal Desa Tanjong Ara Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara pada Selasa (20/54/2021) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, dilaporkan disekap dalam mobil jenis Suzuki Ertiga selama satu jam lebih. Informasi yang diperoleh Serambinews.com dari petugas, penangkapan tersebut dilakukan pihak rental di Lhokseumawe, setelah mereka melihat isi postingan sebuah akun facebook.

Pihak rental melihat sebuah isi postingan yang menyebutkan, mobil yang mereka rental jenis Ertiga dengan nomor polisi BK 1747 XU, sudah digunakan untuk penyekapan. Karena dalam postingan tersebut, disebutkan secara detil jenis mobil dan juga nomor polisi. Setelah mereka diamankan di lokasi itu, kemudian personel Polres Aceh Utara langsung menjemputnya.

Bahkan, kini mereka sudah diamankan di Mapolres Aceh Utara dan sedang menjalani pemeriksaan untuk mengungkap kasus tersebut. “Benar pelakunya sudah berhasil diamankan,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasubbag Humas Iptu Sudiya Karya kepada Serambinews.com, Rabu (21/4/2021). Warga yang tinggal di Desa Tanjong Ara, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara digegerkan dengan aksi penyekapan.

Diketahui yang menjadi korbannya adalah 5 bocah yang merupakan warga desa tersebut. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (20/54/2021) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Mereka dilaporkan disekap dalam mobil jenis Suzuki Ertiga selama satu jam lebih.

“Saat itu lima korban tersebut bersama dua temannya yang lain sedang duduk di sebuah kios,” ujar Keuchik Tanjong Ara Kecamatan Tanah Jambo Aye, Mawardi kepada Serambinews.com, Selasa (20/4/2021). Tiba tiba melintas sebuah mobil Suzuki Ertiga dan langsung berhenti di depan kios tersebut. Lalu, keluar dua pria orang tak dikenal dari dalam mobil mengajak jalan jalan korban ke kawasan Desa Biram Rayeuk, tak jauh dari Tanjong Ara.

Dua pria tersebut berjanji akan memberikan uang kepada mereka jika bersedia ikut dalam mobil. Dari tujuh bocah yang sedang bermain HP di kios itu, lima yang langsung masuk ke dalam mobil. Sedangkan dua lagi tak bersedia ikut.

“Kemudian dua bocah tersebut tak bersedia ikut melaporkan kejadian tersebut kepada ayah korban,” ujar Keuchik. Belakangan menjelang subuh setelah dilepaskan oleh mereka, semua korban tak memiliki handphone lagi. “Ternyata HP mereka sudah dirampas pelaku,” ujar Keuchik Mawardi.

Lima bocah asal Desa Tanjong Ara Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara pada Selasa (20/54/2021) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, dilaporkan disekap dalam mobil jenis Suzuki Ertiga selama satu jam lebih. Bocah tersebut dibawa masuk sejumlah pria ke dalam mobil dengan iming iming akan diajak main main kemudian diberi uang. Kasus itu diketahui orang tua lima bocah tersebut dan aparat desa setempat setelah dilaporkan dua teman korban.

Karena dua teman korban tersebut tak bersedia ketika dijak naik oleh sejumlah pria yang menggunakan mobil Suzuki Ertiga. “Sekitar pukul 04.00 WIB datang dua warga ke rumah,” ujar Keuchik Tanjong Ara Kecamatan Tanah Jambo Aye, Mawardi kepada Serambinews.com, Selasa (20/4/2021). Keduanya M Jalil (52) da Baihaqi (40). Kemudia keduanya menceritakan kejadian yang menimpa terhadap anaknya dan tiga bocah lainnya.

Lima mereka yang menjadi korban tersebut berusia sekitar 13 tahun dan ada yang 15 tahun. “Setelah mendapat informasi tersebut, kemudian saya mengajak beberapa pemuda kemudian mencarinya dengan menggunakan mobil,” ujar Keuchik Mawardi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.