Berbeda dengan para pendukung Manchester United yang muram dalam beberapa laga terakhir, Arsenal tentu bisa berbangga hati dengan performa timnya sejauh ini. Dihajar habis habisan di awal musim, praktis Arsenal belum terkalahkan sejak dibantai Manchester City 5 0 di Etihad Stadium. Jabatan Mikel Arteta yang sempat goyah, juga akhirnya mendapatkan kepercayaan penuh dan dukungan dari supporter.

Dan lebih manis lagi, semua transfer yang dilakukan Arsenal, nampak sangat berhasil di musim ini, dengan dua sosok menjadi kerangka utama: Ben White dan Aaron Ramsdale. Kedua pemain adalah bukti kerja keras sang direktur olahraga, Edu, yang percaya dengan pemain muda. Transfer keduanya sempat mendapat kritikan, pasalnya, Ben White didatangkan dengan harga 50 Juta Poundsterling dari Brighton and Hove, sedangkan Aaron Ramsdale, sebesar 24 Juta Poundsterling dari Sheffield United.

Kedua pemain juga tidak langsung menjadi pilihan utama, Ramsdale masih menjadi deputi dari Bernd Leno, dan Ben White masih harus bersaing dengan Gabriel dan Nuno Tavares. Momen untuk keduanya datang di saat yang bersamaan: North London Derby menghadapi Tottenham Hotspur di Liga Inggris. Brend Leno digeser oleh Mikel Arteta ke bangku cadangan bukan tanpa alasan, saat itu, kiper asal Jerman ini dianggap terlalu jauh dari para pemain belakang, sehingga menciptakan ruang untuk penyerang lawan.

Aaron Ramsdale memang sudah mencatatkan debutnya di laga melawan West Brom dengan cukup apik, tetapi bukan karena nir bobolnya yang membuat Ramsdale kemudian menjadi pilihan utama. Arsenal saat itu, mengubah skemanya menjadi 4 4 2, dengan lebih banyak menekan di lini depan dan sayap, memaksa lawan tidak terlalu banyak berkreasi di lini tengah menjadi kunci ketika The Gunners kehilangan bola. Menariknya, ini membuat para pemain Arsenal lebih maju dan menekan sebagai tim, memaksa kiper juga harus lebih bereaksi dan menjaga jarak dengan lini belakangnya.

Ramsdale melakukannya dengan baik, di laga melawan Tottenham, mantan kiper Bournemouth ini menerima 16 backpass dari 6 pemain berbeda. Ini menunjukkan bahwa Ramsdale, sangat paham bagaimana kiper memulai serangan, dan dengan apik membaca permainan dari kotak penalti. Sedangkan Ben White, juga sukses membantu Arsenal dari lini serang, sejak di Brighton, Ben White adalah pemain beakang yang cukup tenang dalam membawa bola.

Ini yang menarik, Ben White, kerap kali diberikan lisensi untuk membangun serangan hingga sepertiga daerah pertahanan lawan, menciptakan situasi overload , dan menciptakan celah untuk Aubameyang dan Lacazette. Tetapi, bukan hanya dari sisi menyerang, di sisi pertahanan keduanya juga cukup impresif. Aaron Ramsdale cukup konsisten dengan menyelaatkan 85,7 persen sepakan on target, di Liga Inggris, catatan yang hanya kalah dari kiper Chelsea, Edouard Mendy dengan 91 persen.

Sedangkan Ben White mengemas rataan duel sukses sebesar 93 persen, dan merupakan peringkat 5 terbaik di Liga Inggris. Keduanya kini menjadi langganan timnas Inggris, tentu permainan apik mereka di Arsenal bukanlah melalui proses yang mudah. Tetapi, berkat kepercayaan Mikel Arteta dan Edu, tidak heran keduanya, sukses membawa The Gunners yang terdampar di peirngkat 19 kini nyaman berada di atas Manchester United.

Leave a Reply

Your email address will not be published.